7.5.09

diskriminasi masih terjadi


Beberapa hari lalu ketika baru saja kumulai malam sambil menunggu dipanggil kantuk aku masih berkesempatan menonton sebuah film dokumenter dengan judul “pertaruhan” yang di dalamnya berisi empat film dokumenter dengan tema berbeda tetapi dibungkus ke dalam satu bingkai isu yang sama yaitu tentang perempuan, film dokumenter pertama berjudul “mengusahakan cinta” mengisahkan tentang tenaga kerja wanita asal Indonesia yang menjadi buruh migran di Hongkong, ia memiliki tumor di dalam rahimnya yang mengharuskannya untuk melakukan operasi pengangkatan tumor tersebut tanpa perlu mengangkat rahimnya karena ia masih gadis, sementara kekasihnya di Indonesia malah mempertanyakan masalah kegadisannya, film dokumenter kedua berjudul “Untuk Apa” mengisahkan tentang praktek sunat bagi perempuan yang masih menjadi kontroversi terhadap tujuan dilakukannya sunat untuk perempuan itu karena mitos yang menyesatkan juga masih dipercayai hingga saat ini, film dokumenter ketiga berjudul “Nona Nyonya?” mengisahkan tentang kaum prempuan yang ingin memeriksakan kesehatan reproduksinya melalui pap smear, dan para dokter itu mempertanyakan status mereka terlebih dahulu karena pemeriksaan ini dapat mengakibatkan robeknya selaput dara, lantas bagaimana dengan para lajang yang pernah melakukan hubungan seks pra nikah, vonis-vonis bersalah tampaknya malah menjadi yang di pentingkan ketimbang kekhawatiran terdeteksinya kanker servics, hal ini semakin memperlihatkan bahwa perempuan masih belum sepenuhnya memiliki hak atas tubuhnya sendiri, film dokumenter keempat berjudul “Ragat’e Anak” mengisahkan 2 orang perempuan pekerja seks komersil yang ketika malam menjajakan tubuhnya di kompleks pekuburan cina dan ketika siang menjadi pemecah batu untuk menghidupi dirinya dan anak mereka.

Itulah menariknya sebuah film dukumenter menurutku karena menceritakan dan mengambil dari gambar atau kejadian nyata yang sesungguhnya benar-benar terjadi, memotret langsung dari pelaku sesungguhnya bukan dari aktor atau aktris yang diberikan sejumlah peran tertentu, ada tema diskriminasi terhadap kaum perempuan yang berhasil diangkat pada film dokumenter kali ini diantara sekian banyak isu perempuan yang belum terangkat ke permukaan, semoga semakin mendapat perhatian di tingkat yang lebih banyak dari masyarakat sehingga mendorong adanya perubahan ke arah lebih baik bagi kaum perempuan.

0 comments:

Related Posts with Thumbnails