13.5.09

rindu pada bayangan..


Kamu disana, dan terlihat jelas..

Dibalik angin
Sejauh jarak
Sedekat pelupuk mata

Aku bisa menggapainya
Tetapi tak tersentuh
Karena hanya bayangmu yang kuraih

Bayang itu tetap indah tetapi tetap saja tak nyata
Ada segumpal rindu yang tak mau pecah disini
Walau sudah kupalu berkali-kali

Kalaupun pecah..
Kepingannya akan kembali menghujam
Menancap di sela-sela ruang hampa yang melayang-layang..

11.5.09

datanglah pelangi..

Jangan datang dulu gelap..
Aku masih menunggunya disini
Di setiap hujan dan penghujung hentinya

Saat dimana pelangi datang menoreh di lembaran langit

Izinkan aku menyapanya lewat rasa takjub
Memandang lengkungmu yang bagai punggung bersujud
Bertutur keindahan dengan warna-warna ajaibmu

Wahai pelangi..
Benarkah kau siapkan anak tangga disana
Yang bisa kunaiki untuk bertemu ayahku..

Aku ingin segera menaikinya..
Sesegera seperti rindu yang menguat ini
Berjumpa ayah dengan jalan do’a yang terkhusuk
Bertemu di salah satu ruang waktu yang berhenti

Walau untuk sejenak..

7.5.09

diskriminasi masih terjadi


Beberapa hari lalu ketika baru saja kumulai malam sambil menunggu dipanggil kantuk aku masih berkesempatan menonton sebuah film dokumenter dengan judul “pertaruhan” yang di dalamnya berisi empat film dokumenter dengan tema berbeda tetapi dibungkus ke dalam satu bingkai isu yang sama yaitu tentang perempuan, film dokumenter pertama berjudul “mengusahakan cinta” mengisahkan tentang tenaga kerja wanita asal Indonesia yang menjadi buruh migran di Hongkong, ia memiliki tumor di dalam rahimnya yang mengharuskannya untuk melakukan operasi pengangkatan tumor tersebut tanpa perlu mengangkat rahimnya karena ia masih gadis, sementara kekasihnya di Indonesia malah mempertanyakan masalah kegadisannya, film dokumenter kedua berjudul “Untuk Apa” mengisahkan tentang praktek sunat bagi perempuan yang masih menjadi kontroversi terhadap tujuan dilakukannya sunat untuk perempuan itu karena mitos yang menyesatkan juga masih dipercayai hingga saat ini, film dokumenter ketiga berjudul “Nona Nyonya?” mengisahkan tentang kaum prempuan yang ingin memeriksakan kesehatan reproduksinya melalui pap smear, dan para dokter itu mempertanyakan status mereka terlebih dahulu karena pemeriksaan ini dapat mengakibatkan robeknya selaput dara, lantas bagaimana dengan para lajang yang pernah melakukan hubungan seks pra nikah, vonis-vonis bersalah tampaknya malah menjadi yang di pentingkan ketimbang kekhawatiran terdeteksinya kanker servics, hal ini semakin memperlihatkan bahwa perempuan masih belum sepenuhnya memiliki hak atas tubuhnya sendiri, film dokumenter keempat berjudul “Ragat’e Anak” mengisahkan 2 orang perempuan pekerja seks komersil yang ketika malam menjajakan tubuhnya di kompleks pekuburan cina dan ketika siang menjadi pemecah batu untuk menghidupi dirinya dan anak mereka.

Itulah menariknya sebuah film dukumenter menurutku karena menceritakan dan mengambil dari gambar atau kejadian nyata yang sesungguhnya benar-benar terjadi, memotret langsung dari pelaku sesungguhnya bukan dari aktor atau aktris yang diberikan sejumlah peran tertentu, ada tema diskriminasi terhadap kaum perempuan yang berhasil diangkat pada film dokumenter kali ini diantara sekian banyak isu perempuan yang belum terangkat ke permukaan, semoga semakin mendapat perhatian di tingkat yang lebih banyak dari masyarakat sehingga mendorong adanya perubahan ke arah lebih baik bagi kaum perempuan.

21.4.09

selalu tersenyum


Memahami apa yang ingin dipahami, karena sesungguhnya memahami itu dapat memberi jelas , jikalau tak mendapat jelas banyak celah lain untuk ditelusuri lebih dalam lagi atau mencukupkan saja pada taraf menyimpulkan versi sendiri.

Reaksi itu timbul karena ada keinginan untuk mengekspresikan kemampuan daya respons terhadap apa yang sedang dialami atau dirasakan dan itu sangat wajar terjadi.

Akan ada banyak ragam reaksi yang dapat tercipta...
Apapun bisa terjadi di dunia yang fana ini
Harus selalu siap dan belajar ikhlas

Mencoba selalu menjemput prasangka baik dan kelapangan hati
Menyikapinya dengan rasa syukur karena diberi ujian yang mengingatkan
Senantiasa menyematkan senyum diantara pikiran positif dan ketenangan...

13.4.09

masih tergambar jelas...

tatkala mimpi bertutur seperti nyata
melukiskan setiap gerak dengan rinci
memperlihatkan wajah yang selalu kukenang
yang kurasakan sebagai tangis dan bahagia
terpatri sebagai pribadi yang tak akan bisa kulupakan
menampilkan senyum berciri khas itu...

bermimpi apa aku semalam...

kamu hadir kembali...

10.4.09

si plegmatis


Masih terkesan dengan hasil questioner pada sebuah situs jejaring pertemanan “peacebook”, yang mengulas mengenai kepribadian makhlug Tuhan yang bernama manusia, jika dipikir-pikir dunia ini tak sesempit dan juga tidak selebar daun kelor, dan memang benar karena terhampar luas serta terkesan tidak sesak apabila dilengkapi dengan hati yang lapang, semua hiruk pikuk kehidupan itu tergantung bagaimana cara menghadapi serta menyikapinya saja oleh para pelakunya yaitu si manusia itu sendiri, dan tentu saja akan dijumpai warna cara yang berbeda-beda dalam menempuh jalan hidup dengan segala pernak-perniknya itu. Mengenai tes kepribadian semacam ini mungkin sudah sering kita dengar dan kita ikuti terutama untuk yang tertarik dengan ilmu psikologi dan masalah-masalah membaca karakter, dalam hal ini sifat dan kepribadian manusia hanya di golongkan pada 4 kategori saja yaitu sanguin, melankolis, koleris dan plegmatis, untuk hasilnya tentu saja tidak sepenuhnya benar, tetapi cukup impresif juga diriku karena jika dicermati dengan seksama kadar kecocokkannya bisa mencapai kurang lebih sekitar 80%, ada beberapa gambaran yang tidak tepat dan sama sekali bukan cerminan yang ada, sampai saat ini aku masih tersenyum-senyum simpul tali jemuran dan shy shy cat jika membaca hasilnya itu, sepertinya untuk lebih memuaskan ada beberapa buku yang harus dibaca dan dipelajari lebih lanjut berkaitan dengan hal ini dan itu akan menjadi penyempurnaan dalam mempelajari suatu bidang keilmuan. Jadi, masuk kedalam kategori manakah diri pribadi anda-anda sekalian?

Kata si pemberi hasil sih aku Phlegmatis,(phlegmatic) “Cinta Damai”. Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri tidak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya tidak terus berkepanjangan. Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis. Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Phlegmatis memiliki sifat alamiah pendamai. Ia biasanya menghindari kekerasan. Karena itu jugalah ia adalah orang yang mudah diajak bergaul, ramah, dan menyenangkan. Ia adalah tipe orang yang bisa membuat sekelompok orang tertawa terbahak-bahak oleh humor-humor keringnya, tetapi ia sendiri tidak tertawa. Ia adalah pribadi yang konsisten, tenang, dan jarang sekali terpengaruh dengan lingkungannya. Inilah yang membuatnya hampir-hampir tidak pernah terlihat gelisah. Di balik pribadinya yang dingin dan malu-malu, sesungguhnya ia memiliki kemampuan untuk dapat lebih merasakan emosi yang terkandung pada sesuatu. Karena sifatnya yang menyukai kedamaian dan tidak menyukai pertikaian, ia cenderung menarik diri dari segala macam keterlibatan. Hal inilah yang sering kali menghambatnya untuk menunjukkan kemampuannya secara total. Sering kali mereka hanya menggunakan 30%-50% dari kemampuan mereka.

Fyuhhh...

4.4.09

melukis harap


Berharap kamu tenang
Lanjutkan langkahmu
Di jejak kebahagiaan
Di lingkungan yang terindah
Tataplah terus cerah yang menanti di depan sana

Anggap saja aku sesukamu
Kalau itu keinginanmu
Dan membuatmu merasa lebih baik
Membuatmu merasa nyaman dan tak terusik

Jangan pernah berhenti karena aku
Tiup saja jika hanya mengotori
Hapus saja jika hanya mengganggu
Hilangkan saja jika membebaskan hidupmu

Aku hanya menyampaikan kata hatiku saja

Bahwa...

Tak pernah terniatkan sedikitpun
Tak pernah terpikirkan sama sekali
Tak pernah ada di benakku

Semua yang kamu tuduhkan itu...
Related Posts with Thumbnails